Perbanyaklah Mengingat Kematian Dan Persiapkanlah Bekal Untuk Kehidupan Setelahnya

⚠️🌺 PERBANYAKLAH MENGINGAT KEMATIAN DAN PERSIAPKANLAH BEKAL UNTUK KEHIDUPAN SETELAHNYA

✍️ Berkata Al-Imam Al-Awza’i rahimahullah:

من أكثر ذكر الموت كفاه اليسير .

“Barangsiapa yang memperbanyak mengingat kematian maka Allah cukupkan baginya kemudahan.”

📕 Siyar A’lam An-Nubala (7/117).

✍️ Berkata Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah:

أعظم الشدائد التـي تنزل بالعبد فـي الدنيا الموت وما بعده أشد منـه إن لم يكن مصير العبد إلى خير،

Sebesar-besar kesulitan yang diturunkan kepada seorang hamba di dunia adalah kematian dan apa yang setelahnya lebih sulit dari itu bila tidak tempat kembalinya hamba tersebut kepada kebaikan,

فالواجب على المؤمن الاستعداد للموت وما بعده في حال الصحة بالتقوى والأعمال الصالحة،

Maka yang wajib atas seorang mukmin adalah mempersiapkan diri untuk kematian dan apa yang setelahnya dalam keadaan baik dengan ketaatan dan amalan shaleh,

Allah -Azza wa jalla- berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” [Qs. Al-Hasyr: 18]

📕 Jami’ Al-Ulum Wal Hikam (1/575)

✍️ Berkata As-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah :

“Dan tiap kali hatimu lalai dan jiwamu larut dalam kehidupan dunia; maka keluarlah ke kuburan, dan berfikirlah tentang mereka-mereka kaum yang kemarin mereka sepertimu di muka bumi makan dan minum serta bersenang-senang, dan sekarang ke mana mereka pergi!? Mereka sekarang menjadi orang-orang yang tergadaikan dengan amalan-amalan mereka, tidak ada yang dapat memberikan kemanfaatan bagi mereka kecuali amalan mereka sebagaimana hal itu dikabarkan nabi ﷺ bahwa beliau bersabda:

((يَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلاَثَةٌ: مَالُهُ وَأَهْلُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ ))

“Yang akan mengikuti mayit ada 3 kelompok: hartanya, keluarganya, dan amalannya, maka yang dua akan kembali dan yang satu akan tinggal, yang akan kembali adalah keluarganya dan hartanya, dan yang akan tinggal adalah amalannya. ” (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

📕 Syarah Riyadhus Sholhin (3/473)

✍🏼 Berkata Al-Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah :

فينبغي للإنسان أن يتذكر دائما الموت لا على أساس الفراق للأحباب والمألوف لأن هذه نظرة قاصرة ..

“Semestinya bagi setiap insan untuk selalu mengingat kematian bukan atas dasar berpisah dengan orang-orang yang dikasihi dan disayangi karena ini adalah pandangan yang sempit..

ولكـن على أسـاس فـراق العمل والحرث للآخرة فإنه إذا نظر هذه النظرة استعد وزاد في عمل الآخرة .

Akan tetapi atas dasar karena berpisah dengan amalan dan ladang akhirat, karena sesungguhnya apabila dia memandang dengan pandangan ini maka dia akan bersiap diri dan berbekal dengan amalan akhirat.”

📕 As-Syahrul Mumti’ (5/231)

✍🏼 Berkata Al-Asybiliy rahimahullah:

وأعلم أن الموت لن يمنعه منك مانع ولا يدفعه عنك دافع وإن فيه لزجرا للبيب وشغلا للأريب ومنبهة للنائم وتنشيطا للمستيقظ.

“Dan ketahuilah, bahwa kematian tidak akan ada satupun yang dapat mencegahnya darimu, dan tidak akan ada satupun yang dapat menolaknya. Dan sejatinya di dalam kematian sungguh ada peringatan bagi orang yang pandai, ada kesibukan bagi yang berakal, ada peringatan bagi yang tidur, dan ada penyemangat bagi yang tersadarkan.”

📕 Al-Aqibah Fi Dzikril Maut (hal. 41)

✍️ Seseorang datang kepada Abu Ad-Darda -radhiyallahu ‘anhu- dan berkata, berikanlah aku nasehat! Maka beliau mengatakan:

اذكر الله في السراء يذكرك في الضراء ; وإذا ذكرت الموتى، فاجعل نفسك كأحدهم، وإذا أشرفت نفسك على شئ من الدنيا، فانظر إلى ما يصير.

“Ingatlah Allah di kala senang (lapang) niscaya Allah akan mengingatmu di kala sulit; dan apabila engkau ingat kematian, maka jadikanlah dirimu seperti salah satu dari mereka, dan apabila dirimu melihat sesuatu dari dunia, maka lihatlah kepada apa dia akan kembali.”

📕 Ibnu Asakir (13/381/2)

➖➖➖