AGAR ENGKAU BAHAGIA

AGAR ENGKAU BAHAGIA

Hidup ini mudah, indah, jangan engkau persusah.

Jalankan perintah Allah, jauhi larangan-Nya, engkau pasti kan bahagia.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan ia beriman, maka sungguh pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” (Q.S. An-Nahl: 97)

Yang jadi masalah adalah kadangkala kita tidak merasa sudah melanggar larangan Allah, atau meninggalkan perintah-Nya.

Atau yang lebih parah; sadar melanggar, tetapi tidak mau berhenti, meremehkan.

Lalu ketika kita tidak bahagia, kita pun seakan menyalahkan Allah.

Padahal itu karena ulah kita sendiri.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit” (Q.S. Tho-ha, ayat 124)

Waffaqonallah..
Semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada kita semua..

Hidup ini mudah, indah, jangan engkau persusah

Jalankan perintah Allah, jauhi larangan-Nya, engkau pasti kan bahagia

SYUKURI SEMUA ADANYA

Bila engkau telah berusaha semaksimalmu menjadi hamba yang bertaqwa, melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, maka tak perlu engkau bersedih lagi, walau apa pun keadaanmu.

Bila engkau kaya maka alhamdulilah.
Bila engkau miskin pun alhamdulillah.
Bila engkau terkenal maka alhamdulilah.
Bila engkau tidak terkenal maka alhamdulillah.
Alhamdulillah ‘alaa kulli haal.
Segala puji bagi Allah apapun keadaannya.

Karena bisa jadi jika engkau kaya, maka justru akan membahayakanmu, menjauhkanmu dari Allah.
Atau sebaliknya, bisa jadi jika engkau miskin, justru akan membahayakanmu, menjauhkanmu dari Allah.

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Dan bisa jadi kalian tidak menyukai sesuatu, padahal hal itu lebih baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu, padahal hal itu lebih buruk bagi kalian. Dan adalah Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqoroh: 216)

Betapa banyak kita dengar dan saksikan; ada orang yang ketika miskin dia istiqomah, namun ketika sudah kaya, ia tidak lagi istiqomah, hanyut larut dikejar-kejar gemerlap kesibukan dunia.

Atau sebaliknya; ada orang yang ketika kaya dia bisa istiqomah, namun ketika Allah uji dengan kemiskinan, ia pun menjauh dari Allah, bahkan ada yang rela menjual agamanya demi secuil gemerlap dunia, wal ‘iyaadzu billah.

Begitupula popularitas, kecantikan, ketampanan, kepintaran.

Semua itu bukanlah segalanya. Bukanlah kunci bahagiamu.

Betapa banyak orang yang kaya namun tidak bahagia.

Berapa banyak orang yang terkenal, namun ia tidak bahagia.

Bukankah sering kita dengar, ada orang yang kaya, tampan, cantik, pintar dan terkenal namun bunuh diri?! Wal ‘iyaadzu billah.

Dan sebaliknya, betapa banyak orang yang tidak kaya, bahkan miskin, tidak terkenal, wajah dan kecerdasan pas-pasan, namun hidupnya bahagia, bahkan seakan ialah orang yang paling bahagia sedunia!

Mengapa? Karena dia pandai bersyukur.

Ringkasnya; bila kita sudah berusaha semaksimal kita menjadi hamba yang bertaqwa, maka langkah selanjutnya hendaknya kita mensyukuri semua yang kita terima dari Allah.

Apapun keadaannya.

Kita yakin itulah yang terbaik untuk kita. Allah Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk kita. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang jujur.

إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“(Nabi Yusuf berkata): ‘Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik’.” (Q.S Yusuf: 90)

ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ

“Allah adalah Wali (Pelindung / Penolong) orang-orang yang beriman” (Q. S. Al-Baqoroh: 257)

Dan dalil tentang masalah ini ada banyak sekali.

Pertanyaannya sekarang: sudahkah kita menjadi hamba Allah yang bertaqwa?

Hadaanallah..
Semoga Allah memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua..

Syukuri hidupmu, syukuri apa yang ada, niscaya engkau kan bahagia..

Penulis:
Ustadz Abu Misykah Karim
Pengasuh Ma’had (Pon-Pes) Salaf Ahlus Sunnah Ahlul Hadits Kab. PALI, Sum-Sel

Sumber:
http://t.me/bahagia_dengan_islam/2130
http://t.me/bahagia_dengan_islam/2132