ADA APA DENGAN GEMPA ?

GEMPA BUMI TERMASUK DIANTARA TANDA DEKATNYA KIAMAT

Seringnya terjadi gempa bumi termasuk tanda dekatnya hari kiamat, disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda :

لا تقوم الساعة حتى يقبض العلم ويتقارب الزمان وتكثر الزلازل، وتظهر الفتن، ويكثر الهرج ” قيل وما الهرج يا رسول الله ؟ قال : القتل القتل

“Tidak akan terjadi kiamat sampai ilmu itu diangkat, waktu semakin pendek, banyak gempa bumi, fitnah meraja lela dan banyak terjadi “al-haraj” Sahabat bertanya, apa itu al-haraj? Beliau menjawab: “Pembunuhan, pembunuhan”. (HR. Bukhari)

——————
GEMPA DAN BENCANA ALAM SEBAGAI PERINGATAN BAGI MANUSIA

Allah ﷻ mengirim gempa dan bencana alam sebagai peringatan kepada manusia.

Allah ﷻ berfirman :

وَمَا مَنَعَنَآ أَنْ نُّرْسِلَ بِالْأَايٰتِ إِلَّآ أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ ۚ وَءَاتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِالْأَايٰتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum Samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” (Qs. Al-Isra’ : 59)

Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa agar dengan sebab ini manusia sadar dan jera dari bermaksiat terus-menerus, beliau berkata :

المقصود منها التخويف والترهيب ليرتدعوا عن ما هم عليه

“Maksud ayat ini adalah memberikan rasa takut agar manusia jera (efek jera dan berhenti) melakukan maksiat saat itu.” (Tafsir As-Sa’di : 461)

Ibnul Qayyim rahimahullah juga menjelaskan bahwa gempa bumi ini terjadi agar manusia meninggalkan kemaksiatan dan kembali kepada Allah ﷻ beliau berkata :

ﺃﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻟﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻷﺣﻴﺎﻥ ﺑﺎﻟﺘﻨﻔﺲ ﻓﺘﺤﺪﺙ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺰﻻﺯﻝ ﺍﻟﻌﻈﺎﻡ ﻓﻴﺤﺪﺙ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻟﻌﺒﺎﺩﻩ ﺍﻟﺨﻮﻑ ﻭﺍﻟﺨﺸﻴﺔ ﻭﺍﻹﻧﺎﺑﺔ ﻭﺍﻹﻗﻼﻉ ﻋﻦ ﻣﻌﺎﺻﻴﻪ ﻭﺍﻟﺘﻀﺮﻉ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺍﻟﻨﺪﻡ

“Allah ﷻ terkadang mengizinkan bumi untuk bernafas maka terjadilah gempa bumi yang dasyat, sehingga hamba-hamba Allah ketakutan dan mau kembali kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri kepada Allah dan menyesal”. (Miftah Daris Sa’adah 1/221).

——————
DOSA PENYEBAB UTAMA TERJADINYA GEMPA BUMI

Terjadinya Gempa bumi dan musibah lainnya disebabkan karena dosa manusia. Dan sebasar-besar dosa adalah kesyirikan kepada Allah ﷻ.

Sebagaimana Firman Allah ﷻ :

ومآأصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم ويعفوا عن كثير
(الشورى : ٣٠)

“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu tidak lain disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Qs. Asy-Syura: 30)

Juga Firman-Nya :

ذَٰلِكَ أَن لَّمۡ يَكُن رَّبُّكَ مُهۡلِكَ ٱلۡقُرَىٰ بِظُلۡمٖ وَأَهۡلُهَا غَٰفِلُونَ
( الأنعام : ١٣١ )

“Yang demikian itu adalah karena Rabbmu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya, sedangkan penduduknya dalam keadaan lengah (belum diingatkan).” (Al-An’am: 131)

Juga Firman-Nya :

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهۡلِكَ ٱلۡقُرَىٰ بِظُلۡمٖ وَأَهۡلُهَا مُصۡلِحُونَ (هود : ١١٧)

“Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Hud: 117)

Juga Firman-Nya :

وَكَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةِۢ بَطِرَتۡ مَعِيشَتَهَاۖ فَتِلۡكَ مَسَٰكِنُهُمۡ لَمۡ تُسۡكَن مِّنۢ بَعۡدِهِمۡ إِلَّا قَلِيلٗاۖ وَكُنَّا نَحۡنُ الوارثين وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهۡلِكَ القرىٰ حَتَّىٰ يَبۡعَثَ فِيٓ أُمِّهَا رَسُولٗا يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِنَاۚ وَمَا كُنَّا مُهۡلِكِي القرى ٰالا وَأَهۡلُهَا ظَٰلِمُونَ ( القصص : ٥٨ – ٥٩ )

“Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang telah bersenang-senang dalam kehidupannya. Itulah tempat kediaman mereka yang tiada didiami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kami adalah pewarisnya. Dan tidak adalah Rabbmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di kota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (Al-Qashash: 58-59)

——————
KABAR GEMBIRA BAGI SAUDARAKU SEAQIDAH DI KOTA MAMUJU DAN SEKITARNYA

Saudaraku Fillah… Dibalik dari musibah gempa bumi yang terjadi, sungguh Allahﷻ yang Maha Ar-Rahman telah menjadikan sekian banyak hikmah yang bisa menjadi penghibur atau bahkan kabar gembira untukmu, diantaranya adalah bacalah hadits berikut :

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda :

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ : الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِيْقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Para Syuhada itu ada lima golongan : “Yang terkena Tha’un (penyakit karena bakteri pada tikus), Mabthun (Diare atau sakit perut), Tenggelam, Terkena reruntuhan (bangunan), dan yang Syahid di jalan Allahﷻ.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan diantaranya akibat gempa bumi menjadi syahid di jalan Allahﷻ, baik dewasa atau anak kecil, laki-laki ataupun wanita. Tentunya ketika dia seorang muslim yang taat dan lurus aqidahnya.

 

⬆️ Dikutip dari Channel Telegram :
https://t.me/Alhaqqu_Ahabbu_Ilaina