Templates by BIGtheme NET

Buah Manis Hasil Kesabaran Rakyat yang Ditindas

Kesabaran adalah sebuah perjuangan. Pahit dan berat dirasa, namun indah dan nikmat di akhirnya. Tanpa kesabaran, rakyat akan bertindak di luar aturan yang disyariatkan.

Adakalanya suatu negara dipimpin oleh penguasa yang diktator, bengis, dan dzhalim. Namun Nabi memberikan bimbingan bagi para rakyatnya untuk bersabar.

مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

Barangsiapa yang melihat dari penguasanya sesuatu yang dia benci, hendaknya dia bersabar. Karena sesungguhnya barangsiapa yang memisahkan diri dari jamaah sejengkal, kemudian ia mati, maka ia mati Jahiliyyah (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas)

Kali ini kita akan mengkaji pelajaran sejarah yang diabadikan dalam al-Quran. Kaum Bani Israil yang sebelumnya ditindas, dihinakan, dibunuh, dan hak-hak kehidupannya dirampas, ketika mau menerima arahan Nabinya untuk meminta pertolongan kepada Allah dan bersabar, Allah berikan jalan keluar. Tidak hanya terlepas dari kesempitan hidup itu saja, namun justru Allah berikan kenikmatan dunia yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman TuhanMu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun (Q.S al-A’raaf ayat 137)

Beberapa hal yang akan dibahas terkait ayat ini adalah:

1. Keadaan Bani Israil yang ditindas sebelumnya.
2. Kesabaran Bani Israil itu adalah sesuai arahan Nabi Musa alaihissalam.
3. Janji Allah kepada Bani Israil jika mereka bersabar.
4. Allah mewariskan kekuasaan di bumi kepada Bani Israil.

Keadaan Bani Israil yang Ditindas Sebelumnya

Allah kisahkan dalam al-Quran, keadaan yang mengenaskan pada Bani Israil akibat kesewenang-wenangan Firaun. Kehidupan mereka penuh dengan siksaan. Bahkan anak laki-laki mereka pada periode tertentu disembelih. Sedangkan kaum wanita dibiarkan hidup, namun dipermalukan dan dihinakan:

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آَلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ وَفِي ذَلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatan kalian dari pengikut Fir’aun yang menimpakan siksaan yang buruk kepada kalian, menyembelih putra-putra kalian dan membiarkan hidup para wanita kalian. Dan di dalam hal itu terdapat ujian yang besar dari Rabb kalian (Q.S al-Baqoroh ayat 49).

Kesabaran Bani Israil Sesuai Arahan Nabi Musa alaihissalam

Nabi Musa alaihissalam telah mengajarkan kepada Bani Israil untuk meminta pertolongan kepada Allah dan bersabar dengan bertakwa kepada-Nya:

قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Musa berkata kepada kaumnya: minta tolonglah kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini milik Allah. Dia akan mewariskannya kepada para hamba yang dikehendakiNya. (sesungguhnya) akhir akibat (yang baik) adalah untuk orang-orang yang bertakwa (Q.S al-A’raaf ayat 128).

Nabi Musa telah mengajarkan kepada Bani Israil bahwa kesabaran itu adalah dengan bertakwa kepada Allah. Hanya kepada Allah sajalah seharusnya mereka meminta pertolongan.

Janji Allah bagi Bani Israil Jika Mereka Bersabar

Dalam ayat di atas, Allah menjelaskan:

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا

Dan telah sempurnalah firman TuhanMu yang baik itu (sebagai janji) bagi Bani Israil ketika mereka bersabar… (Q.S al-A’raaf ayat 137).

Para Ulama tafsir menjelaskan bahwa janji Allah itu sebagaimana dijelaskan dalam ayat yang lain:

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ (5)

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu, dan hendak menjadikan mereka sebagai pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi) (Q.S al-Qoshosh ayat 5).

Allah Mewariskan Kekuasaan di Muka Bumi Bagi Bani Israil

Fir’aun dan pengikutnya sebelumnya telah menikmati istana-istana yang megah, mata air yang jernih, dan kebun-kebun berisi tanaman yang indah. Namun, dengan ditenggelamkannya mereka ke dalam lautan, semua keindahan dan kenikmatan duniawi itu menjadi miliki Bani Israil. Allah mewariskan untuk mereka.

كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (25) وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ (26) وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ (27) كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا قَوْمًا آَخَرِينَ (28)

Betapa banyak taman-taman dan mata air-mata air yang mereka (Fir’aun dan pengikutnya) tinggalkan. Juga kebun-kebun serta tempat kediaman yang indah. Dan kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana. Demikianlah, dan Kami wariskan (semua) itu kepada kaum yang lain (Bani Israil) (Q.S ad-Dukhaan ayat 25-28).

Allah Ta’ala menjelaskan keadaan Bani Israil kepada kita sebagai pelajaran yang berharga dalam kehidupan kita. Bersabarlah, maka akhir kehidupan yang baik akan Allah sediakan bagi orang-orang yang bersabar dengan bertakwa kepada-Nya.

Penulis : Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah

Sumber Referensi:
– Tafsir al-Qur’anil Adzhiim karya Ibnu Katsir
– Adlwaa-ul Bayaan fii Iidhoohil Qur’an bil Qur’an karya Muhammad al-Amiin asySyinqithiy