Templates by BIGtheme NET

BAHAYA RIBA

riba

1. Akan dibangkitkan pada hari kiamat seperti orang gila; kerasukan setan.

Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا… (275)

”Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [Al-Baqoroh : 275]

Shahabat Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhuma menjelaskan: “Hal itu terjadi ketika dia di bangkitkan dari kuburnya.”

Shahabat Sa’id bin Jubair rodhyallahu ‘anhu menjelaskan: “Pemakan riba dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila seperti orang tercekik.”

[Lihat Tafsir Ath-Thobari (6/9)]

Dari shahabat ‘Auf bin Malik rodhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan: “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

وآكل الربا؛ فمن أكل الربا بُعِث يوم القيامة مجنوناً يتخبط، ثم قرأ: (الذين يأكلون الربا لا يقومون إلا كما يقوم الذي يتخبطه الشيطان من المس) [البقرة: 275] )

”…..Pemakan riba, Barangsiapa memakan riba, dia akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan gila lagi mengamuk.”

Kemudian beliau membaca: ”Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” [Al-Baqoroh : 275]

[HR. Ath-Thobaroni dalam Al-Mu’jamul Kabir no.110 (18/60), Al-Khotib dalam Tarikh Baghdad no. 2699 (di bawah pembahasan no.4251)]

Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam kitab Ash-Shohihah no.3313.

Kita meminta kepada Allah Ta’ala agar tidak terjatuh ke dalam dosa Riba, apapun bentuknya.

2. Harta riba akan semakin berkurang dan rugi, walaupun terlihat banyak.

Allah Ta’ala berfirman:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ (276)

”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” [Al-Baqoroh : 276]

Tentang kalimat “Allah memusnahkan riba”;
Shahabat Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma menafsirkannya dengan; “Berkurang.” [Lihat Tafsir Ath-Thobari (6/15)]

Al-Imam Ath-Thobari rohimahullah mengatakan:
“Penafsiran tersebut seperti hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam , bahwasanya beliau mengatakan:

الرِّبَا وَإِنْ كَثُرَ فَإِنَّ عَاقِبَتَهُ تَصِيرُ إِلَى قَلٍّ

”Riba itu , walaupun (terlihat) banyak, namun kesudahannya akan berubah menjadi sedikit.”

[HR. Al-Hakim no. 2262, Ahmad no.375 & Ibnu Majah no.2279 , Hadits ini dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam kitab Shohih Al-Jami’ no.3542]

Al-Imam Ibnu Katsir rohimahullah menjelaskan:
“Maksud dari memusnahkan riba adalah melenyapkan (atau menghilangkan) nya ; (Hal ini ada dua kemungkinan, pen)
1- Menghilangkan seluruh harta itu dari tangan pemiliknya, atau,
2- Menghilangkan barokah harta itu, sehingga pemiliknya tidak bisa memanfaatkannya.

[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (1/713)]

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua dari dosa riba, apapun bentuknya. Aamiin

(AH)

Sumber : https://yookngaji.blogspot.com